Metode farmakologi - semester 6
Topik 3-aplikasi salah satu teknik pengujian anti tuberkulosis yaitu media Lowenstein Jensen terhadap daun ciplukan
Media Lowenstein Jensen ini merupakan salah satu media berbasis telur yang menggunakan bahan telur dalam komposisi pembuatannya. Media LJ ini sering digunakan dalam pengujian anti tb karena mudah dan murah dibanding media lain. Hasil pengujian didapat ekstrak Daun Ciplukan yang dapat menghambat pertumbuhan M. tuberculosis adalah konsentrasi 15%, 20% dan 25%.
Link YouTube pembahasan:
dari video tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa metode Lowensten Jensen ini menggunakan media yang mengandung garam,gliserol dan bahan bahan organik kompleks dan malachit green ditambahakn untuk menghambat bakteri lain. Kemudian yang saya tangkap juga disini ada beberapa tanaman obat yang telah diuji dapat digunakan dalam pengobatan tb yaitu daun ciplukan ,daun mengkudu dan rimpang kunyit. Dalam prosedur kerja pengujian pada ekstrak daun ciplukan sebagai obat anti tb dengan metode lowenstein jensen. yang ingin saya tanyakan pada prosedur kerja terdapat penyiapan bakteri uji dengan melakukan inokulasi pada 37°C. mengapa pada proses tersebut dilakukan pada suhu 37°C? apakah ada pengaruhnya jika dilakukan pada suhu dibawah atau diatas 37°C?
BalasHapusSuhu tersebut merupakan suhu normal tubuh manusia, seperti yang diketahui bahwa bakteri ini merupakan patogen yang menyerang tubuh dan akan tumbuh atau berkembang dalam tubuh dan menyebar kan penyakit, sehingga dalam penyiapan bakteri uji perlu dilakukan dalam suhu tubuh sebagai simulasi perkembangan bakteri didalam tubuh, walaupun ada juga bakteri yang membutuhkan suhu tinggi seperti Camphylobacter (42°C).
Hapusberarti suhu dalam proses inokulasi ini disamakan dengan suhu normal manusia dan bakteri tersebut disini sebagai patogen penyerang tubuh dan terus berkembang sehingga dipakailah suhu tersebut untuk perumpamaan suhu tubuh manusia normal
BalasHapuslalu Pada uji ektrak daun ciplukan tsebagai obat anti tb dengan metode ini pada awalnya kan dilakukan pembuatan simplisia dan diekstraksi dengan etanol 70% dan didiamkan selama 5 hari. mengapa simplisisa daun ciplukan tersebut harus didiamkan selama 5 hari?apa tujuan dan pengaruhnya jika ekstrak ini tidak didiamkan selama 5 hari? apakah akan merusak hasilnya?
Perendaman terhadap simplisia agar mendapatkan ekstrak cair tersebut disebut maserasi,biasanya waktu yang diperlukan dalam maserasi tersebut berkisar antara 2-5 hari, semakin lama
Hapuswaktu maserasi maka kesempatan kontak
antara bahan dan pelarut semakin besar
sehingga hasilnya akan terus meningkat
sampai pada titik jenuh dari pelarut tersebut.
jadi tujuannya dilakukan selama 5 hari tersebut akan mememgaruhi hasilmya yaitu titik jenuh dari pelarut tersebut
BalasHapuspada sterilisasi campuran dilakukan 3 hari dengan suhu berbeda. hari pertama 90°, lalu hari kedua dan ketiga pada 85°
yang ingin saya tanyakan, mengapa pada proses tersebut dilakukan selama 3 hari dan pada suhu yang berbeda pula?
Lama waktu sterilisasi campuran tersebut untuk memastikan bahwa campuran antara media dan ekstrak diperoleh campuran yang benar benar terbebas dari kontaminasi sebelum ditanam bakteri karena pada tahap itulah merupakan penentu keberhasilan dan sterilisasi terakhir setelah pembuatan media yang melibatkan bahan-bahan yang rawan kontaminasi, dan penurunan suhu pada hari ke2 dan 3 bertujuan untuk menjaga kestabilan bahan dan suhu yang digunakan
Hapus