kimia medisinal 5
Farmakodinamik ilmu yang mempelajari cara kerja obat, efek obat terhadap fungsi berbagai organ dan pengaruh obat terhadap reaksi biokimia dan reaksi organ. Singkatnya pengaruh obat terhadap sel hidup. Salah satunya pada obat dexamethasone yang merupakan golongan obat kortikosteroid yang bekerja sebagai antiradang dengan menekan sistem kekebalan tubuh
link youtube: https://youtu.be/h_qwd0UotYA
Didalam video dijelaskan bahwa deksamethason memiliki efek yang kuat dari pada prednisolon. Selain itu deksamethason memiliki waktu paruh kerja yang panjang dari pada obat tersebut apakah waktu paruh ini mempengaruhi sifat farmakodinamik obat sehingga menyebabkan kita dapat mengansumsikan bahwa deksamethason ini memiliki efek kerja antiinflamasi yang kuat? Dan mengapa demikian?
BalasHapuswaktu paruh adalah waktu yang dibutuhkan oleh separuh konsentrasi obat untuk dieliminasi. jika obat mempunyai waktu paruh yang panjang maka diperlukan beberapa hari untuk obat tereliminasi seluruhnya, dalam farmakodinamik yang berkaitan dengan kerja obat,dimana kerja obat dapat berlangsung beberapa jam, hari, minggu, atau bulan. Lama kerja tergantung dari waktu paruh obat, jadi waktu paruh merupakan pedoman yang penting untuk menentukan interval dosis obat. Obat- obat dengan waktu paruh pendek, diberikan beberapa kali sehari; obat-obat dengan waktu paruh panjang, diberikan sekali sehari. Jika sebuah obat dengan waktu paruh panjang diberikan dua kali atau lebih dalam sehari, maka terjadi penimbunan obat di dalam tubuh dan mungkin dapat menimbulkan toksisitas obat. Jika terjadi gangguan hati atau ginjal, maka waktu paruh obat akan meningkat. Dalam hal ini, dosis obat yang tinggi atau seringnya pemberian obat dapat menimbulkan toksisitas obat.
HapusPenekanan produksi prostaglandin oleh deksametason akan menghasilkan efek analgesia melalui penghambatan sintesis enzim cyclooksigenase
BalasHapusdi jaringan perifer tubuh. Apakah dengan adanya efek analgesik dan efek anti inflamasi deksamethason ini dapat dijadikan alternatif penyembuhan pasca operasi? Dan bagaimana memastikan ketepatan penggunaan obat deksamethason ini untuk penyembuhan tersebut?
salah satu resiko pasca operasi adalah timbolnya infeksi luka dijahitan operasi. Proses penyembuhan luka meliputi 3 proses utama, yaitu fase peradangan, fase pembelahan dan fase reka-ulang. Luka berarti cedera pada jaringan akibat proses dari luar tubuh. Hal ini menyebabkan kerusakan dan kematian sejumlah sel. Deksametason merupakan obat anti-peradangan dan dengan demikian dapat mengganggu proses penyembuhan luka. Namun, jika digunakan pada fase/waktu yang tepat, obat ini mampu mengendalikan pembentukan jaringan parut (scar) yang berlebihan (terutama pada bentuk obat teroles).
HapusApakah setiap obat yang memiliki zat aktif yang sama seperti deksamethason memiliki sifat farmakodinamik yang sama untuk setiap sediaan nya? Bagaimana kita menentukan bahwa deksamethason ini cocok untuk kita minum saat terjadi peradangan dibandingkan dengan obat antiinflamasi lainnya?
BalasHapusdeksametason merupakan zat aktif itu sendiri yang pastinya setiap obat yang memiliki kandungan deksametason didalamnya memiliki aktivitas farmakodinamik yang sama terkecuali dengan beberapa obat yang memiliki kandungan zat lain bersamaan deksametason seperti obat alergi yang mengandung deksametason dan dex-ctm didalamnya, penentuan bahwa kecocokan suatu obat terhadap tubuh biasanya ditandai dengan alergi obat tersebut yang dimana saat diminum obat tidak menimbulkan reaksi negatif apapun
Hapus