kimia medisinal 7
Stereokimia merupakan salah satu faktor penting dalam aktivitas biologis obat, oleh karena itu pengetahuan tentang hubungan aspek stereokimia dengan aktivitas farmakologis obat sangat menarik untuk dipelajari. Untuk berinteraksi dengan reseptor, molekul obat harus mencapai sisi reseptor dan sesuai dengan permukaan reseptor. Faktor sterik yang ditentukan oleh stereokimia molekul obat dan permukaan sisi reseptor, memegang peran penting dalam menentukan efisiensi interaksi obat-reseptor. Oleh karena itu agar berinteraksi dengan reseptor dan menimbulkan respons biologis, molekul obat harus mempunyai struktur dengan derajat kespesifikan tinggi.
link youtube: https://youtu.be/LzwcovIUJXU
berdasarkan jurnal anda dikatakan bahwa satu enansiomer obat tertentu dapat menjadi obat dan di sisi lain enantiomer lain mungkin tidak hanya tidak aktif tetapi dapat menyebabkan keracunan. mengapa hal ini dpat terjadi?
BalasHapusPada skala makroskopis, selama pertumbuhan dan perkembangan normal, sistem jantung dan pencernaan manusia memiliki pola rotasi tertentu, dan sebagai tambahan, simetri "cermin" kiri-kanan berkembang. Oleh karena itu, dalam lingkungan kiral, stereoisomer mungkin mengalami penyerapan selektif, pengikatan protein, transportasi, interaksi dan metabolisme enzim, interaksi reseptor, dan pengikatan DNA. Dengan demikian, setiap campuran stereoisomer atau isomer dapat memiliki profil farmakokinetik, farmakodinamik, terapeutik, dan efek samping yang berbeda. Kapasitas struktur tertentu untuk mengakomodasi disparitas kiral akan memengaruhi besarnya dan jenis perbedaan efek (jika ada) yang diamati antara enantiomer
Hapusberdasarkan jurnal anda dikatakan bahwa sifat fisiokimia dan biokimia dari campuran rasemat dan stereoisomer individu berbeda secara signifikan. mengapa demikian?
BalasHapusHal itu berbeda karena pada rasemat merupakan campuran enansiomer sedangkan stereoisomer dapat menjadi campuran dari enansiomer ataupun diastereomer
Hapus